REEF CRUISE
Cruise to Lembongan Island aboard BALI HAI II and more alongside our purpose built reef pontoon for a full day’s activities, above and below the water.
Optional
Ø Parasailing USD 20.00
Ø Introductory SCUBA diving USD 45.00
Ø Qualified SCUBA diving USD 40.00
Don’t forget:
Sunscreen, a towel, hat, swimming costume, camera, and money or a credit card for drinks, souvenirs and additional activities.
* Valid for 2 adults and up to 3 children
Departs 09:15 am
Returns 04:15 pm
Includes:
§ Hotel transfers
§ Morning and afternoon tea / snacks
§ International buffet luncheon
§ Semi Submersible Coral Viewer
§ Guided Village tour
§ Unlimited banana boat rides
§ Snorkeling equipment and instruction
§ Full use of the pontoon facilities including an exciting 35m water slide and underwater viewing chamber
Price are quoted in US Dollar per person
Adult 80.00
Children (4-16 YO) 40.00
Infants (0-3 YO) FREE
Tampilkan postingan dengan label tour bi bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tour bi bali. Tampilkan semua postingan
Rabu, 30 Januari 2008
SIGHTSEEING TOURS
1. MENGWI – ALAS KEDATON – TANAH LOT TOUR Rp 150.000,00
A half day excursion of temple by visiting Taman Ayun Temple, the former royal temple of Mengwi Kingdom built in 18th century. Alas Kedaton, the monkey forest. Then to the legendary Tanah Lot, the temple was built in the 16th century. Depending on weather, we can catch fantastic views of sunset.
2. THE ARTISTS VILLAGE OF BALI TOUR Rp 150.000,00
Half day tour visiting the artist village tour visiting Celuk, the famous artist colony for silver and gold work, Mas: the home of Bali’s woodcarvers and finally Ubud Village, worldwide known as Bali’s heart of art and craft.
3. KECAK DANCE TOUR Rp 120.000,00
An evening tour to watch a unique dance because no musical instruments are used. Instead, almost a hundred men take part in a chorus, creating an interwoven sound of wind and voice of animals. The story of the dance comes from the Ramayana Epic.
4. ULUWATU TEMPLE – KECAK DANCE Rp 150.000,00
An afternoon tour to Uluwatu which is built in the 17th century on to a cliff about 100 meters high facing straight to the Indian Ocean. Watching Kecak Dance, the view of the temple in distance is included. On the way back to hotel another stop at a local restaurant in Jimbaran Bay for Sea Food Dinner.
5. BARONG DANCE and KINTAMANI TOUR Rp 200.000,00
A full day tour to see the most magnificent mount view of Kintamani, overlooking the stunning view of Lake and Mount Batur. En-route visiting, Celuk which is famous for silver and gold works, Mas Village famed for the fine woodcarvings: Goa Gajah (the elephant cave) and the holy spring temple at Sebatu, and the rice terrace in Tegalalang.
6. JATILUWIH – BEDUGUL TOUR Rp 200.000,00
A full day tour to the real countryside of Bali with enormous view of rice terrace.In Jatiluwih, Bedugul fruit and vegetable market, Lake Beratan with Ulun Danu temple at the bank of the lake.
7. BEDUGUL – SINGARAJA – PUPUAN TOUR Rp 250.000,00
An excursion to the Northern island visiting Taman Ayun Temple, then the fruit and vegetable market at Candi Kuning Village and the “floating” Ulun Danu Temple. Afterward visit to Hotspring in Banjar Village. On the way back to hotel another stop at the Highland village of Pupuan.
NOTE : The above rates are quoted per person for minimum of two participant
A half day excursion of temple by visiting Taman Ayun Temple, the former royal temple of Mengwi Kingdom built in 18th century. Alas Kedaton, the monkey forest. Then to the legendary Tanah Lot, the temple was built in the 16th century. Depending on weather, we can catch fantastic views of sunset.
2. THE ARTISTS VILLAGE OF BALI TOUR Rp 150.000,00
Half day tour visiting the artist village tour visiting Celuk, the famous artist colony for silver and gold work, Mas: the home of Bali’s woodcarvers and finally Ubud Village, worldwide known as Bali’s heart of art and craft.
3. KECAK DANCE TOUR Rp 120.000,00
An evening tour to watch a unique dance because no musical instruments are used. Instead, almost a hundred men take part in a chorus, creating an interwoven sound of wind and voice of animals. The story of the dance comes from the Ramayana Epic.
4. ULUWATU TEMPLE – KECAK DANCE Rp 150.000,00
An afternoon tour to Uluwatu which is built in the 17th century on to a cliff about 100 meters high facing straight to the Indian Ocean. Watching Kecak Dance, the view of the temple in distance is included. On the way back to hotel another stop at a local restaurant in Jimbaran Bay for Sea Food Dinner.
5. BARONG DANCE and KINTAMANI TOUR Rp 200.000,00
A full day tour to see the most magnificent mount view of Kintamani, overlooking the stunning view of Lake and Mount Batur. En-route visiting, Celuk which is famous for silver and gold works, Mas Village famed for the fine woodcarvings: Goa Gajah (the elephant cave) and the holy spring temple at Sebatu, and the rice terrace in Tegalalang.
6. JATILUWIH – BEDUGUL TOUR Rp 200.000,00
A full day tour to the real countryside of Bali with enormous view of rice terrace.In Jatiluwih, Bedugul fruit and vegetable market, Lake Beratan with Ulun Danu temple at the bank of the lake.
7. BEDUGUL – SINGARAJA – PUPUAN TOUR Rp 250.000,00
An excursion to the Northern island visiting Taman Ayun Temple, then the fruit and vegetable market at Candi Kuning Village and the “floating” Ulun Danu Temple. Afterward visit to Hotspring in Banjar Village. On the way back to hotel another stop at the Highland village of Pupuan.
NOTE : The above rates are quoted per person for minimum of two participant
Label:
liburan di bali,
tour bi bali,
wisata ke bali
Minggu, 27 Januari 2008
Pariwisata Bali
Bali atau pulaunya para dewa sangat di kenal dengan pariwisata budaya, di Bali selain alam dan pantai yang sangat indah, budaya, adat istiadat dan karakteristik masyarakat bali yang menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap tamu yang berkunjung di Bali.
Seiring berjalannya waktu perkembangan pariwisata di Bali mempunyai dampak yang sangat besar bail itu positif dan negatif. Dampak positif antara lain adanya pertumbuhan perekonomian yang sangat pesat dan tentunya pendapatan daerah meningkat tajam, sedangkan dampak negatifnya alah satunya adanya pergeseran pola hidup masyarakat Bali, Masyarakat Bali cenderung berlomba-lomba untuk menggantungkan diri di sektor pariwisata, kaum muda bali cenderung enggan untuk menggarap sawah, perkebunan yang mereka miliki, dan akhirnya banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan, villa, restaurant dan sebagainya.
Pada masa sebelum bom Bali 1 Kuta memang semua masyarakat bali merasa Pariwisata adalah sumber penghidupan di Bali, dan disaat itu walaupun beberapa daerah di indonesia dan bahkan beberapa negara di dunia sudah muncul teror bom namun masyarakat Bali tetap yakin bahwa bali aman. Tapi mereka baru sadar kemudian disaat Bom 1 meledak semua yang mereka pikir selama ini salah dan merekapun mulai berpikir bagaimana nasib kita sekarang ??!!!....
Sungguh ironis memang dimana-mana semua mendengunkan bahwa Bali aman jadi para turis jangan takut datang ke bali dan jangan takut untuk menghabiskan Dolarnya di bali tapi semua itu sudah terjawab dalam beberapa detik dengan istilah BOM. Disaat seperti itu pula mereka baru sadar bahwa Bali sudah tidak aman, maka dari itu kita wajib menjaga keamanan Bali bersama-sama untuk kita bersama.
Setelah keadaan berangsur-angsur mulai pulih masyarakat Bali kembali dikejutkan oleh peristiwa yang serupa dan bahkan lebih sadis karena di 2 tempat yang berbeda meledak walaupun korban jiwa tidak sebanyak yang pertama namun beban moral yang ditimbulkan sangat besar, karena bukan hanya Kuta saja yang diincar tapi Bali. Disaat seperti begini baru mereka sadar bahwa pariwaisata tidak terus menjamin untuk kehidupan, mereka kembali akan menggarap perkebunan, pertanian namun mereka sudah dihadapkan dengan dinding beton yang membuat irigasi mereka macet dan sudah barang tentu membuat mereka tidak bisa bertahan.
Dari masa-masa sulit ini mereka cenderung memburu dolar bukan lagi di rumah sendiri ( Bali ) namun kaum muda Bali ini cenderung memburu dolar di Luar negeri seperti di kapal pesiar.
Memang tidak ada larangan untuk kesana namun mengapa harus semua kesana??
Benarkah Hidup di Bali Sudah begitu sulit?... Jawaban itu sudah dijawab oleh saudara - saudara kita yang di luar bali yang mengadu nasib di bali, Mereka banyak yang sukses bahkan banyak yang memegang jabatan strategis dan banyak juga yang mempunyai usaha sendiri dan beberapa orang pekerjanya orang Bali.
Dari ini mari kita bersama-sama berpikir untuk kedepan,Orang bali yang pergi mencari dolar janganlah lupa untuk menjadi pemikir dan pengelola Bali di masa yang akan datang, jangan hanya Pergi kerja cari uang banyak, pulang banyak uang buat foya-foya...!!!!
Tapi semua ini kembali pada diri kita sendiri yang memang peduli tentang Bali sehingga seperti istilah yang berkembang bukan BALI FOR THE WORLD tapi THE WORLD FOR BALI
Seiring berjalannya waktu perkembangan pariwisata di Bali mempunyai dampak yang sangat besar bail itu positif dan negatif. Dampak positif antara lain adanya pertumbuhan perekonomian yang sangat pesat dan tentunya pendapatan daerah meningkat tajam, sedangkan dampak negatifnya alah satunya adanya pergeseran pola hidup masyarakat Bali, Masyarakat Bali cenderung berlomba-lomba untuk menggantungkan diri di sektor pariwisata, kaum muda bali cenderung enggan untuk menggarap sawah, perkebunan yang mereka miliki, dan akhirnya banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan, villa, restaurant dan sebagainya.
Pada masa sebelum bom Bali 1 Kuta memang semua masyarakat bali merasa Pariwisata adalah sumber penghidupan di Bali, dan disaat itu walaupun beberapa daerah di indonesia dan bahkan beberapa negara di dunia sudah muncul teror bom namun masyarakat Bali tetap yakin bahwa bali aman. Tapi mereka baru sadar kemudian disaat Bom 1 meledak semua yang mereka pikir selama ini salah dan merekapun mulai berpikir bagaimana nasib kita sekarang ??!!!....
Sungguh ironis memang dimana-mana semua mendengunkan bahwa Bali aman jadi para turis jangan takut datang ke bali dan jangan takut untuk menghabiskan Dolarnya di bali tapi semua itu sudah terjawab dalam beberapa detik dengan istilah BOM. Disaat seperti itu pula mereka baru sadar bahwa Bali sudah tidak aman, maka dari itu kita wajib menjaga keamanan Bali bersama-sama untuk kita bersama.
Setelah keadaan berangsur-angsur mulai pulih masyarakat Bali kembali dikejutkan oleh peristiwa yang serupa dan bahkan lebih sadis karena di 2 tempat yang berbeda meledak walaupun korban jiwa tidak sebanyak yang pertama namun beban moral yang ditimbulkan sangat besar, karena bukan hanya Kuta saja yang diincar tapi Bali. Disaat seperti begini baru mereka sadar bahwa pariwaisata tidak terus menjamin untuk kehidupan, mereka kembali akan menggarap perkebunan, pertanian namun mereka sudah dihadapkan dengan dinding beton yang membuat irigasi mereka macet dan sudah barang tentu membuat mereka tidak bisa bertahan.
Dari masa-masa sulit ini mereka cenderung memburu dolar bukan lagi di rumah sendiri ( Bali ) namun kaum muda Bali ini cenderung memburu dolar di Luar negeri seperti di kapal pesiar.
Memang tidak ada larangan untuk kesana namun mengapa harus semua kesana??
Benarkah Hidup di Bali Sudah begitu sulit?... Jawaban itu sudah dijawab oleh saudara - saudara kita yang di luar bali yang mengadu nasib di bali, Mereka banyak yang sukses bahkan banyak yang memegang jabatan strategis dan banyak juga yang mempunyai usaha sendiri dan beberapa orang pekerjanya orang Bali.
Dari ini mari kita bersama-sama berpikir untuk kedepan,Orang bali yang pergi mencari dolar janganlah lupa untuk menjadi pemikir dan pengelola Bali di masa yang akan datang, jangan hanya Pergi kerja cari uang banyak, pulang banyak uang buat foya-foya...!!!!
Tapi semua ini kembali pada diri kita sendiri yang memang peduli tentang Bali sehingga seperti istilah yang berkembang bukan BALI FOR THE WORLD tapi THE WORLD FOR BALI
Langganan:
Postingan (Atom)